REAKSI PERISIKLIK
REAKSI
PERISIKLIK : Reaksi Diels- Alder
Reaksi perisiklik merupakan reaksi yang
terjadi melalui proses bersama (concerted process) melalui keadaan transisi siklik. Kata
"concerted" berarti bahwa semua perubahan ikatan itu terjadi
secara simultan yang mana tidak ada intermediet yang terlibat. Reaksi Diels
Alder merupakan salah satu reaksi yang paling menarik dan paling berguna dalam
kimia organik. Reaksi ini ditemukan oleh 2 orang ahli kimia yang berasal dari
Jerman yaitu Otto Diels dan Kurt Alder pada tahun 1950, atas penemuan ini
mereka berhasil mendapatkan hadiah nobel.
Terdapat
tiga tipe dari reaksi prisiklik secara umum reaksi sikloadisi, reaksi elektrosiklik dan penataan ulang
sigmatropik.
1.
Reaksi Sikloadisi Diels Alder
Reaksi sikloadisi adalah reaksi
dimana dua molekul tak jenuh (rangkap) mengadisi satu sama lain untuk
menghasilkan produk siklik. Seperti reaksi elektrosiklik, sikloadsi
dikendalikan oleh simetri orbital reaktan. Reaksi sikloadisi diels – alder
merupakan proses perisiklik yang terjadi antara suatu diena ( 4 elektron phi )
dan dienofil (2 elektron phi ) untuk menghasilkan produk sikloheksena. Adapun
reaksi Sikloadisi Diels Alder berikut ini :
Terdapat banyak contoh reaksi diels
– alder, reaksi ini biasa terjadi dengan mudah pada temperatur ruangan atau
sedikit di atasnya. Dan reaksi ini bersifat stereosepsifik terhadap
substituennya.
Reaksi berikut
ini merupakan reaksi Diels-Alder. Reaksi Diels-Alder merupakan cara
terbaik untuk memperkenalkan beberapa pusat kiral baru dalam sekaligus. Contoh
diatas produknya adalah asam rasemat 3. Wajah dienofil 2 adalah
enansiotopik; jika serangan diena dari satu sisi 4a, maka didapat
satu enansiomer (R)-3 dan jika diserang dari sisi 4b maka
didapat (S)-3.
Adapun beberapa data fisik dan kimia daripada senyawa yang
digunakan dalam reaksi diels alder sebagai berikut:
Karakteristik dari Reaksi Diels Alder :
- · Dienofil
Dalam reaksi permintaan normal Diels-Alder, dienofil
mempunyai gugus penarik elektron dalam sistem alkena terkonjugasinya. Dalam
reaksi permintaan invers dienofil dikonjugasikan dengan gugus pendonor
elektron. Dienofil mengalami reaksi Diels-Alder dengan diena yang
memperkenalkan fungsionalitas pada molekul produk. Serangkaian reaksinya dapat
mengubah fungsionalitas menjadi gugus yang diinginkan.
Reaksi ini terjadi paling cepat jika
senyawa alkena, atau dienofil, mempunyai gugus subtituen penarik elektron. Sehingga,
etilen sendiri akan berekasi secara lambat, namun pada propenal, etil
propenoat, benzoquinon , dan senyawa yang mirip meiliki reaktivitas yang sangat
tinggi.
Reaksi ini bersifat stereosepsifik,
yang artinya hanya akan terdapat satu produk isomer yang terbentuk.
selanjutnya, stereokimia dari dienofil dipertahankan. Fitur stereokimia
lainnya adalah pasangan diene dan dienofil berorientasi sehingga akan cenderung
terbentuk produk endo diabdingkan produk exo. dimana, suatu substituen pada
jembatan (bridge) dikatakan endo jika syn (cis) terhadap 2 jembatan
lainnya yang lebih besar dan dikatakan exo jika anti (trans) terhadap
dua jembatan yang lebih besar.
Produk endo dihasilkan dari reaksi
diels - alder karena jumlah overlap orbital antara diena dan dienofil lebih
besar ketika reaktan berada lanngsung di atas satu sama lainnya sehingga menyebabkan
substituen penarik elektron pada dienofil
berada di bawah ikatan rangkap diena.
- · Diena
Diena mempunyai kegunaan dalam
sintetis tertentu sebagai alat untuk memperbaiki sistem sikloheksenon α, β-tak
jenuh dengan menghilangkan substituen 1-metoksi setelah deproteksi enol silil
eter. Sebagaimana kompoenen dienofil yang mempunyai kendala yang mempengaruhi
kereaktifannya, begitu pula komponen diena konjugat. Diena harus mempunyai apa
konformasi s-cis, yang berarti " cis - like " ikatan tunggal, agar
dapat melangsungkan reaksi diels – alder.
Melalui konformasi ini karbon 1 dan 4 dari
diena cukup dekat untuk bereaksi melalui suatu cyclic transition state. Pada
alternatif konformasi s-trans, ujung pasangan diena sangat berjauhan untuk
menyebabkan tumpang tindih (overlap) dengan orbital p dienofil. Ada dua contoh
diena yang tidak dapat membentuk konformasi s-cis, sehingga tidak menyebabkan
terjadi reaksi Diels - alder ini. Pada diena bisiklik, ikatan rangkap duanya
secara rigid tetap berada dalam susunan
s-trans oleh geometrik constraint pada cincinnya.
Berkebalikan dengan diena tadi yang
kurang rekatif , diena lainnya ada yang benar benar berada selalu dalam
geometri s-cis, sehingga menyebabkannya sangatlah reaktif dalam reaksi
sikloadisi Diels - Alder. 1,3-siklopentadiena sangat reaktif bahkan senyawa ini
bisa bereaksi dengan dirinya sendiri. Pada suhu ruangan, 1,3-siklopentadiena
berdimerisasi. Satu molekul berperan sebagai diena dan satu molekul lagi yang
berperan sebagai dienofil pada reaksi ini.
2. Reaksi Elektrosiklis
Reaksi
elektrosiklik merupakan proses perisiklik yang melibatkan siklisasi dari
poliena asiklik yang terkonjugas yang mana satu ikatan phi terputus, dan ikatan
phi lainnya berubah posisi, suatu ikatan sigma baru terbentuk , dan suatu
senyawa siklik dihasilkan. Reaksi perisiklik bersifat reversibel dan posisi
kestimbangannya bergantung pada kasus sepesifik.
3.
Reaksi Peanataan Ulang Sigmatropik
Penataan ulang sigmantropik (sigmantropic
rearrangement) adalah reaksi perisiklik di mana satu atom atau gugus
bergeser ke posisi lain. Reaksi ini dapat juga dikategorikan sebagai reaksi
isomerisasi sebagaimana halnya reaksi elektrosiklik. Jenis reaksi perisiklik
penataan ulang sigmantropik didasarkan pada sistem penomoran ikatan rangkap
yang merujuk ke posisi-posisi relatif atom yang terlibat dalam perpindahan
(migrasi). Dimana terjadi geseran intermolekul serempak dari suatu atom atau
gugus atom. Reaksi penataan
ulang ini memerlukan pemanasan yang tinggi sekitar 200 ˚C dan waktu reaksi yang
lama. Pemanasan menyebabkan gugus alil akan pindah dari atom oksigen pada gugus
eter menuju salah satu karbon pada cincin aromatis, dengan menghasilkan alil
fenol sebagai hasil akhir reaksi penataan ulang. Adapun Reaksi Penataan Ulang
berikut ini :
Sumber :
Fessenden, R.J dan J.S. Fessenden. 1982. Organic Chemistry Third Edition.
Jakarta: Erlangga.
McMurry, J. 2010. Organic Chemistry Eight Edition.
USA : Cengage Learning.
Sitorus, Marham. 2008. Kimia
Organik Fisik. Graha Ilmu. Yogyakarta
PERMASALAHAN :
1. Bagaimana pengaruh temperatur pada
reaksi Diels Alder?
2. Apa kegunaan dari reaksi Diels
Alder?
3. Mengapa terjadi peningkatan
signifikan pada reaksi Diels Alder dengan pelarut air dan etilen glikol?






1. Melalui temperatur yang lebih besar dari 400 K akan terjadi reaksi pembalikan dari diels alder atau retro diels alder.
BalasHapus2. Sifat stereospesifiknya yang mana hanya produk tunggal stereoisomer yang terbentuk.
3. Karena air dan etilen glikol termasuk pelarut organik polar yang dapat membantu polarisasi muatan untuk memper epat reaksi tersebut.
Makasih materinya ser.
BalasHapus1. Melalui temperatur yang lebih besar dari 400 K akan terjadi reaksi pembalikan dari diels alder atau retro diels alder.
2. Sifat stereospesifiknya yang mana hanya produk tunggal stereoisomer yang terbentuk.
3. Karena air dan etilen glikol termasuk pelarut organik polar yang dapat membantu polarisasi muatan untuk memper epat reaksi tersebut.
1. Melalui temperatur yang lebih besar dari 400 K akan terjadi reaksi pembalikan dari diels alder atau retro diels alder.
BalasHapus2. Sifat stereospesifiknya yang mana hanya produk tunggal stereoisomer yang terbentuk.
3. Karena air dan etilen glikol termasuk pelarut organik polar yang dapat membantu polarisasi muatan untuk memper epat reaksi tersebut.
Terimakasih ser
BalasHapus1. Melalui temperatur yang lebih besar dari 400 K akan terjadi reaksi pembalikan dari diels alder atau retro diels alder.
2. Sifat stereospesifiknya yang mana hanya produk tunggal stereoisomer yang terbentuk.
hai serlina, terimakasih atas materinya. saya akan mencoba menjawab no 3 yaitu karena air dan etilen glikol termasuk pelarut organik polar yang dapat membantu polarisasi muatan untuk memper epat reaksi tersebut.
BalasHapusTerimakasih ser
BalasHapus1. Melalui temperatur yang lebih besar dari 400 K akan terjadi reaksi pembalikan dari diels alder atau retro diels alder.
2. Sifat stereospesifiknya yang mana hanya produk tunggal stereoisomer yang terbentuk.
Makasih materinya ser.
BalasHapus1. Melalui temperatur yang lebih besar dari 400 K akan terjadi reaksi pembalikan dari diels alder atau retro diels alder.
2. Sifat stereospesifiknya yang mana hanya produk tunggal stereoisomer yang terbentuk.
3. Karena air dan etilen glikol termasuk pelarut organik polar yang dapat membantu polarisasi muatan untuk memper epat reaksi tersebut.
1. Melalui temperatur yang lebih besar dari 400 K akan terjadi reaksi pembalikan dari diels alder atau retro diels alder.
BalasHapus2. Sifat stereospesifiknya yang mana hanya produk tunggal stereoisomer yang terbentuk.
3. Karena air dan etilen glikol termasuk pelarut organik polar yang dapat membantu polarisasi muatan untuk memper epat reaksi tersebut.
1. Melalui temperatur yang lebih besar dari 400 K akan terjadi reaksi pembalikan dari diels alder atau retro diels alder.
BalasHapus2. Sifat stereospesifiknya yang mana hanya produk tunggal stereoisomer yang terbentuk.
3. Karena air dan etilen glikol termasuk pelarut organik polar yang dapat membantu polarisasi muatan untuk memper epat reaksi tersebut.
1. Melalui temperatur yang lebih besar dari 400 K akan terjadi reaksi pembalikan dari diels alder atau retro diels alder.
BalasHapus2. Sifat stereospesifiknya yang mana hanya produk tunggal stereoisomer yang terbentuk.
3. Karena air dan etilen glikol termasuk pelarut organik polar yang dapat membantu polarisasi muatan untuk memper epat reaksi tersebut.
Terimakasih serlina
BalasHapus3. yaitu karena air dan etilen glikol termasuk pelarut organik polar yang dapat membantu polarisasi muatan untuk memper epat reaksi tersebut.
Hai serlina makasihhhhh
BalasHapusMau coba jawab no 1. Melalui temperatur yang lebih besar dari 400 K akan terjadi reaksi pembalikan dari diels alder atau retro diels alder.
1. Melalui temperatur yang lebih besar dari 400 K akan terjadi reaksi pembalikan dari diels alder atau retro diels alder.
BalasHapus2. Sifat stereospesifiknya yang mana hanya produk tunggal stereoisomer yang terbentuk.
3. Karena air dan etilen glikol termasuk pelarut organik polar yang dapat membantu polarisasi muatan untuk memper epat reaksi tersebut.
Terimakasih lilin,
BalasHapus1. Melalui temperatur yang lebih besar dari 400 K akan terjadi reaksi pembalikan dari diels alder atau retro diels alder.
2. Sifat stereospesifiknya yang mana hanya produk tunggal stereoisomer yang terbentuk.
3. Karena air dan etilen glikol termasuk pelarut organik polar yang dapat membantu polarisasi muatan untuk memper epat reaksi tersebut.
Makasih materinya ser.
BalasHapus1. Melalui temperatur yang lebih besar dari 400 K akan terjadi reaksi pembalikan dari diels alder atau retro diels alder.
2. Sifat stereospesifiknya yang mana hanya produk tunggal stereoisomer yang terbentuk.
3. Karena air dan etilen glikol termasuk pelarut organik polar yang dapat membantu polarisasi muatan untuk memper epat reaksi tersebut.
Hello ser
BalasHapus3. Karena air dan etilen glikol termasuk pelarut organik polar yang dapat membantu polarisasi muatan untuk memper epat reaksi tersebut.
Makasih materinya ser.
BalasHapus1. Melalui temperatur yang lebih besar dari 400 K akan terjadi reaksi pembalikan dari diels alder atau retro diels alder.
1. Melalui temperatur yang lebih besar dari 400 K akan terjadi reaksi pembalikan dari diels alder atau retro diels alder.
BalasHapus2. Sifat stereospesifiknya yang mana hanya produk tunggal stereoisomer yang terbentuk.
3. Karena air dan etilen glikol termasuk pelarut organik polar yang dapat membantu polarisasi muatan untuk memper epat reaksi tersebut.
Mksih ser
BalasHapusJawaban no 3. Karena air dan etilen glikol termasuk pelarut organik polar yang dapat membantu polarisasi muatan untuk memper epat reaksi tersebut.
Makasih materinya ser.
BalasHapus1. Melalui temperatur yang lebih besar dari 400 K akan terjadi reaksi pembalikan dari diels alder atau retro diels alder.
2. Sifat stereospesifiknya yang mana hanya produk tunggal
Http://serlinaoktafia.blogspot.com
BalasHapus1. Melalui temperatur yang lebih besar dari 400 K akan terjadi reaksi pembalikan dari diels alder atau retro diels alder.
2. Sifat stereospesifiknya yang mana hanya produk tunggal stereoisomer yang terbentuk.
3. Karena air dan etilen glikol termasuk pelarut organik polar yang dapat membantu polarisasi muatan untuk memper epat reaksi tersebut.
Makasih materinya ser.
BalasHapus1. Melalui temperatur yang lebih besar dari 400 K akan terjadi reaksi pembalikan dari diels alder atau retro diels alder.
Makasih serli cantij
BalasHapus1. Melalui temperatur yang lebih besar dari 400 K akan terjadi reaksi pembalikan dari diels alder atau retro diels alder.
2. Sifat stereospesifiknya yang mana hanya produk tunggal stereoisomer yang terbentuk.
3. Karena air dan etilen glikol termasuk pelarut organik polar yang dapat membantu polarisasi muatan untuk memper epat reaksi tersebut.
1. Melalui temperatur yang lebih besar dari 400 K akan terjadi reaksi pembalikan dari diels alder atau retro diels alder.
BalasHapusHalo Serlina, menurut saya jawaban no no 3 yaitu karena air dan etilen glikol termasuk pelarut organik polar yang dapat membantu polarisasi muatan untuk mempercepat reaksi tersebut.
BalasHapusJawaban nomor 1 Melalui temperatur yang lebih besar dari 400 K akan terjadi reaksi pembalikan dari diels alder atau retro diels alder.
BalasHapusHai serlia terima kasih atas materinya. Membantu sekali dan mudah d pahami:)
BalasHapusterimakasih atas materinya,
BalasHapusJawaban nomor 1 Melalui temperatur yang lebih besar dari 400 K akan terjadi reaksi pembalikan dari diels alder atau retro diels alder.